Jumat, 05 Desember 2025

Kemitraan Usaha 1

 


















PROMO KEMITRAAN NGEMILOH ALL IN SIAP JUAL- HARI INI SAJA

PAKET SILVER dari Rp7,5jt jadi harga Rp3.900.000 saja✨

Include:
- Booth & X Banner
- Perlengkapan lengkap
- FREE 80 porsi bahan baku 
- Konten promosi produk 
- Menu jualan
- Bimbingan usaha

Untuk Varian produk NGEMILOH kita ada 6 produk terdiri dari :
- Macaroni
- Mie lidi
- Pilus
- Mie kremes
- Tempe
- Basreng

Dan untuk rasa kita terbagi menjadi 2 ya kak ada :

Varian bumbu terdiri dari :
- Bumbu original (asin gurih)
- Bumbu pedas daun jeruk
- Bumbu balado
- Bumbu keju
- Bumbu jagung manis

Dan ada VARIAN SAUS yang terdiri dari :

- Saus keju
- Saus extra pedas
- Saus bolognese
- Saus bbq
- Chili oil

Setelah menjadi mitra, kakak ngga akan dibiarkan jalan sendiri. Tim Ngemiloh akan dampingi kakak dengan berbagai dukungan dan fasilitas 🤗

1. Bimbingan penjualan hingga capai target & profit
2. Support konten promosi (foto & video produk siap pakai) 
3. Strategi jualan dibantu tim
4. Konsultasi bisnis fleksibel kapan saja
5. Free Pendaftaran GoFood, GrabFood, dan Shopee Food 
6. Free Promosi di Instagram Pusat








https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/agri-usaha/16627-Usaha-Kripik-Siswanto-Raup-Omset-Rp-48-Juta-per-Bulan


Rabu, 03 Desember 2025

Scale UP

 


Modul Siap Mindset


MODUL SIAP MINDSET (Preparation Stage)

  • Strategi Onboarding Produk 5S


    1. Tujuan Pembelajaran

    Tahap SIAP (Preparation) dirancang untuk membentuk fondasi mental dan pola pikir kewirausahaan sebelum peserta masuk ke proses pengembangan produk. Setelah mengikuti tahap ini, peserta diharapkan:

    1. Memiliki motivasi dan mindset wirausaha yang kuat.

    2. Memahami dasar-dasar product thinking.

    3. Mampu mengidentifikasi masalah di sekitar sebagai peluang usaha.

    4. Mampu menghasilkan ide awal produk berdasarkan kebutuhan pasar.

    5. Menyusun Value Proposition sederhana untuk menjelaskan manfaat utama produk.


    2. Materi Pembelajaran Utama

    A. Mindset Wirausaha

    • Berpikir solutif

    • Tidak takut gagal (fail–learn–improve)

    • Berorientasi pada nilai (value-driven)

    • Mampu melihat peluang dari masalah

    • Konsisten dan berani mengambil risiko terukur


Kutipan kunci:
"Wirausaha bukan soal hebat di awal, tapi soal konsisten memperbaiki diri."


B. Pengantar Product Thinking

Product Thinking adalah cara berpikir untuk menciptakan produk yang bermanfaat, digunakan, dan dibutuhkan oleh pengguna.

Elemen inti Product Thinking:

  1. Problem → Masalah apa yang dialami pengguna?

  2. Audience/User → Siapa yang mengalami masalah itu?

  3. Value → Apa manfaat yang diberikan produk?

  4. Solution → Bagaimana produk menyelesaikan masalah tersebut?


C. Identifikasi Masalah (Problem Identification)

Peserta belajar menemukan masalah nyata di lingkungan:

  • Sekolah

  • Rumah

  • Lingkungan sosial

  • Dunia kerja

  • Hobi dan aktivitas harian

Teknik identifikasi masalah:

  • Observasi

  • Wawancara sederhana

  • Analisis keresahan sehari-hari

  • Melihat tren di media sosial

Contoh masalah:

  • “Siswa kesulitan sarapan sebelum sekolah.”

  • “UMKM kesulitan membuat konten promosi.”

  • “Banyak orang lupa membawa botol minum.”


D. Brainstorming Ide Produk

Setelah menemukan masalah, peserta membuat daftar ide produk yang memecahkan masalah tersebut.

Metode:

  • Brain dump (menuliskan semua ide selama 3–5 menit)

  • Crazy 8 (8 ide cepat dalam 8 menit)

  • Diskusi kelompok

Kriteria awal:

  • Mudah dibuat

  • Bermanfaat

  • Ada pengguna yang jelas

  • Ada potensi pasar


E. Value Proposition Canvas Sederhana

Peserta membuat gambaran nilai produk menggunakan format ringan:

  1. Customer Segment
    Siapa target pengguna?

  2. Customer Problems
    Masalah utama yang mereka alami.

  3. Product/Service Idea
    Produk apa yang ditawarkan?

  4. Unique Value
    Keunikan/beda dari pesaing.

  5. Expected Benefit
    Manfaat utama bagi pengguna.

Contoh sederhana:

  • Produk: Bento Sarapan Sehat

  • Unique Value: Praktis, murah, dan dibuat dari bahan lokal

  • Benefit: Hemat waktu, membantu siswa sarapan sehat


3. Aktivitas Utama

Aktivitas 1 – Pelatihan Product Thinking

Durasi: 30–45 menit

  • Penjelasan konsep problem → user → value → solution

  • Studi kasus produk populer (Gojek, Indomie, Warung Kopi Kekinian)

Aktivitas 2 – Identifikasi Masalah

Durasi: 20 menit
Tugas peserta:

  • Menuliskan minimal 5 masalah nyata di sekitar mereka

  • Memilih 1 masalah paling relevan

Aktivitas 3 – Brainstorming Ide Produk

Durasi: 20–30 menit
Peserta membuat:

  • 3–5 ide produk yang mungkin

  • Memetakan ide berdasarkan manfaat dan kemudahan pembuatan

Aktivitas 4 – Value Proposition Canvas

Durasi: 30 menit
Peserta mengisi Template Value Proposition berdasarkan ide terbaik.


4. Output Tahap SIAP

Setelah menyelesaikan tahap ini, peserta wajib memiliki:

Draft Awal Ide Produk

Deskripsi 2–3 kalimat mengenai ide produk dan pengguna targetnya.

Rumusan Nilai Unik (Unique Value)

Apa yang membuat produk berbeda dan menarik?

Contoh:
“Snack sehat dari pisang lokal dengan rasa kekinian yang dibuat tanpa gula tambahan.”

Mindset Wirausaha yang Siap Praktik

Peserta menunjukkan:

  • Motivasi

  • Fokus pada solusi

  • Keberanian mencoba dan gagal

  • Komitmen menjalankan proses pengembangan


5. Tools / Bahan Pendukung

A. Template Idea Sheet

Berisi kolom:

  1. Masalah utama

  2. Target pengguna

  3. Ide produk

  4. Manfaat produk

  5. Keunikan

  6. Sumber daya awal yang diperlukan

B. Modul Basic Product Thinking

Isi modul ringkas:

  • Mindset pencipta produk

  • Langkah memahami pengguna

  • Cara menggali nilai produk

  • Contoh ide sederhana berdasarkan masalah

  • Studi kasus produk siswa/UMKM


6. Contoh Template (Bisa Ditiru)


TEMPLATE IDEA SHEET (Ringkas)

ElemenIsi
Masalah________________________________________
Target Pengguna________________________________________
Ide Produk________________________________________
Value/Manfaat________________________________________
Keunikan Produk________________________________________
Resource Awal________________________________________

TEMPLATE VALUE PROPOSITION SEDERHANA

Customer Segment:


Problems:


Solution / Produk:


Unique Value:


Benefits:


Tahapan Pervekt





Strategi Onboarding Produk dengan Pendekatan 5S

Pendekatan 5S adalah metode sistematis yang dirancang untuk membimbing ide produk—baik dari UMKM maupun siswa SMK—hingga siap memasuki pasar. Lima tahapnya adalah Siap, Seleksi, Standarisasi, Showcase, dan Scaling, masing-masing berisi aktivitas inti, output, dan alat bantu yang memudahkan proses inkubasi.


1. S — SIAP (Preparation)

Tujuan: Membentuk kesiapan mental, wawasan wirausaha, dan pemahaman product thinking.

Aktivitas Utama:

  • Pelatihan Product Thinking dan dasar entrepreneurship.

  • Identifikasi masalah (problem identification).

  • Brainstorming ide produk berdasarkan kebutuhan pasar.

  • Penyusunan Value Proposition Canvas sederhana.

Output Tahap:

  • Draft awal ide produk.

  • Rumusan nilai unik (Unique Value).

  • Motivasi dan mindset wirausaha yang siap praktik.

Tools/Unggulan:

  • Template Idea Sheet

  • Modul Basic Product Thinking


2. S — SELEKSI (Selection)

Tujuan: Menyaring ide agar hanya ide layak (feasible) yang masuk tahap berikutnya.

Aktivitas Utama:

  • Pengisian Formulir Kurasi Produk (kelayakan bahan baku, potensi pasar, risiko).

  • Penilaian problem-solution fit dan market fit.

  • Penentuan prioritas ide menggunakan metode scoring sederhana.

  • Konsultasi singkat (mentor clinic) untuk penyempurnaan ide.

Output Tahap:

  • Ide produk terpilih dan tervalidasi.

  • Catatan revisi dan rekomendasi pengembangan.

Tools/Unggulan:

  • Template Form Kurasi Produk

  • Checklist Seleksi Produk


3. S — STANDARISASI (Standardization)

Tujuan: Menjamin kualitas, keamanan, dan kelayakan legal produk.

Aktivitas Utama:

  • Penyusunan SOP Produksi (bahan, proses, teknik pengemasan).

  • Penyusunan SOP Higienitas untuk produk makanan/minuman.

  • Penentuan standar kualitas (warna, aroma, ukuran, kekuatan, rasa, dll.).

  • Pengurusan Legalitas Produk seperti:

    • PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)

    • Sertifikat Halal

    • Merek dagang (opsional)

  • Produksi batch awal untuk uji kualitas.

Output Tahap:

  • Produk yang stabil dan konsisten.

  • SOP Produksi dan SOP QC.

  • Legalitas dasar terpenuhi.

Tools/Unggulan:

  • Template SOP Produksi

  • Quality Control Checklist


4. S — SHOWCASE (Market Validation & Promotion)

Tujuan: Menguji respon pasar melalui presentasi, uji coba, dan penjualan awal.

Aktivitas Utama:

  • Simulasi pitching menggunakan Panduan Pitching Produk.

  • Uji coba produk (uji rasa, uji fungsi).

  • Penjualan terbatas (soft launching).

  • Evaluasi berdasarkan feedback pelanggan.

  • Membuat konten promosi awal (foto produk, video pendek).

Output Tahap:

  • Data respon pasar.

  • Rekomendasi revisi produk.

  • Konten marketing awal.

Tools/Unggulan:

  • Template Pitch Deck Mini

  • Form Customer Feedback Sheet


5. S — SCALING (Business Expansion)

Tujuan: Mendorong produk yang sudah terstandarisasi menjadi produk unggulan dengan jangkauan lebih luas.

Aktivitas Utama:

  • Penyusunan Mini Business Plan (produksi, distribusi, keuangan).

  • Pengembangan kapasitas produksi (peralatan, tenaga).

  • Optimalisasi pemasaran digital dan branding.

  • Kemitraan distribusi (toko, marketplace, reseller).

  • Monitoring peningkatan penjualan.

Output Tahap:

  • Rencana pengembangan bisnis jangka pendek-menengah.

  • Rencana distribusi yang jelas.

  • Produk naik kelas menjadi produk unggulan daerah/sekolah/UMKM.

Tools/Unggulan:

  • Template Mini Business Plan

  • Panduan Strategi Scaling Sederhana



 

Kisi-kisi materi Pervekt

 





























Awarding Pervekt - Top 7

 

















Pengembangan Vokasi

  https://drive.google.com/file/d/1xiuYgK71_FuIXMMftnjSh44wW5RBMWk9/view?usp=drive_link https://docs.google.com/document/d/1Tmnt89QE7wx2TGZD...